Pembangunan Kebun Raya Daerah Menjadi Prioritas Nasional

Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya sudah ditandatangani Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono 27 Desember 2011 dan diundangkan dalam Lembaran Negara RI 2011 dengan nomor 143.

Kepala PKT KRB Ir. Mustaid Siregar, M.Si mengungkapkan dengan terbitnya Perpres tersebut PKT KRB-LIPI akan melakukan sosialisasi kepada stakeholders yang meliputi Kementrian PU, Kementrian Dalam Negeri, Kementrian Riset dan Teknologi, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementrian Kehutanan, Bappenas, Kementrian Lingkungan Hidup, Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal dan Pemda. Sosialisasi ini direncanakan Februari mendatang. Selain itu akan dilakukan penyusunan rencana kegiatan di 2013 untuk seluruh kebun raya pusat dan daerah, Penerbitan buku Perpres nomor 93 Tahun 2011 tentang Kebun Raya, Pemberitahuan kepada badan-badan dunia yang concern pada konservasi keanekaragaman hayati seperti CBD, GBCI dll.

Informasi yang diterima dari Kepala SNVT Pengembangan, Pengendalian dan Pelaksanaan Pekerjaan Strategis Bidang PU Ir. Yennel S. Suzia, M.Si di 2012 akan diupayakan melakukan 2 kegiatan yang dananya dari DIPA PU yaitu Review Master Plan KR Tabat Barito Kalse, KR Sumsel dan KR pare-pare serta Kajian lokasi pembangunan KR Kawasan Timur Indonesia.

Adapun kegiatan yang terkait dengan pelaksanaan PN-9 meliputi kajian tumbuhan lokal berpotensi berdasarkan ecoregion untuk pengkayaan koleksi Kebun Raya Daerah (KRD), pengembangan dan peningkatan kualitas tanaman koleksi di KRD, peningkatan kualitas SDM di bidang konservasi Ex-situ tumbuhan tropika Indonesia dan perkebunrayaan, pencetakan Modul Pelatihan Perkebunrayaan, Kajian dan Lokakarya sosial budaya, ekonomi dan biofisik kawasan, pengembangan model kebun raya berbasis ekologi dan bioregion di Ecopark CSC-LIPI, workshop pangkalan data, penerbitan buku serta penyusunan manual pembangunan kebun raya.Mustaid Siregar menambahkan terbitnya Perpres tersebut ada harapan dari daerah dengan keberadaan kebun raya bisa jadi magnet pertumbuhan ekonomi bagi kawasan sekitarnya.

Sementara itu Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH-LIPI) Prof. DR. Bambang Prasetya mengungkapkan pembangunan kebun raya disetiap daerah sangatlah penting karena merupakan benteng terakhir bagi penyelamatan flora nusantara.”Bila Indonesia dilanda bencana, adanya kebun raya itulah harapan kita. Saya memandang pembangunan KR ini sebagai benteng terakhir untuk konservasi” ujarnya.

Seperti diketahui sampai dengan 2011 baru 19 kebun raya sudah dibangun di 16 propinsi. 10 kebun raya diantaranya sudah pada tahap pembangunan fisik mulai dari infrastruktur sampai penataan koleksi.

Dari jumlah tersebut PKT KRB sebagai institusi yang dipercaya dalam pembangunan kebun raya telah menetapkan 3 kebun raya yang diprioritaskan dalam pendampingan dan pendanaan di 2012 yaitu KR Enrekang, KR Kuningan serta KR Samosir.

Koordinator Prioritas Nasional-9 yang juga Kepala Bidang Konservasi Ex-Situ PKT Kebun Raya Bogor-LIPI Dr. Joko Ridho Witono mengungkapkan dipilihnya 3 kebun raya tersebut karena telah memiliki kriteria dasar yang telah ditetapkan, diantaranya kebun raya daerah sudah memiliki lembaga pengelola setingkat Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mengelola secara khusus, komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah Pengelola kebun raya serta SDM yang ditugaskan khusus untuk mengelola kebun raya.

Sumber: http://www.lipi.go.id

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s