Agro Techno Park Kampung Teknologi Jepara

Saat mendengar kata kampung maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah hamparan sawah, gemericik air sungai, ternak, para petani dan sesuatu yang berbau “ndeso”. Namun bagaimana dengan “Kampung Teknologi”, apakah masih sama dengan konsep kampung yang selama ini kita jumpai, masihkah ada citarasa pedesaan atau justru berubah menjadi pameran teknologi tinggi yang rumit.

Kampung yang merupakan program  Kementerian Negara Riset dan Teknologi yang bernama Agro Technopark diimplementasikan  oleh Pemerintah Kabupaten Jepara dengan nama Kampung Teknologi. Di Indonesia, Agro Technopark sudah dibangun di beberapa daerah, seperti Palembang, Bali, dan Cianjur. Kampung Teknologi Jepara ini dibangun di atas hamparan lahan seluas 110,33 Ha di Desa Suwawal, Kecamatan Pakis Aji.

Kampung ini sengaja dibangun di Jepara mengingat karakteristik masyarakatnya yang hidup di pedesaan dan potensi desa yang luar biasa namun belum tergali secara maksimal. Kampung Teknologi Jepara ini terbagi menjadi tiga kawasan, yakni Kawasan Agrotechnopark, Kawasan Technopark, dan Kawasan Ecopark.

Kawasan Agrotechnopark merupakan kawasan untuk pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi, seperti teknologi pasca panen, zona peternakan, perikanan maupun budidaya pertanian. Kawasan Technopark merupakan kawasan untuk pengembangan sektor industri pengolahan berbasis teknologi, yakni pengolahan pasca panen, bengkel kerja teknologi tepat guna, pengolahan limbah indistri dam lainnya. Sedangkan kawasan Ecopark adalah kawasan edukatif yang merupakan kawasan informasi  teknologi, zona wisata, maupun belanja.

Sasaran kampung ini adalah masyarakat pedesaan, karena merekalah yang paling memerlukan teknologi khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Teknologi dipercaya dapat meningkatkan dan mengangkat perekonomian masyarakat karena menghasilkan produk-produk bernilai ekonomi dan laku di pasar.

Di sisi lain sebagian masyrakat Indonesia yang merupakan masyarakat pedesaan tidak mendapatkan akses teknologi tersebut, bahkan perangkat teknologi yang rumit meyebabkan mereka lebih memilih cara konvensional. Belum lagi ketakutan mereka yang menganggap bahwa pemanfaatan teknologi berarti harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Padahal, di lain pihak, para peneliti negeri ini telah berkarya menghasilkan berbagai sarana dan perangkat berteknologi yang dapat digunakan masyarakat, mampu menghasilkan produk lebih baik, yang sesuai adat istiadat, mudah dibuat, mudah diperbaiki dan harga terjangkau. Namun sayangnya masyarakat pedesaan tidak mengetahui keberadan alat tersebut, akses informasi mengenai perangkat tersebut tidak sampai ke masyarakat sehingga penggunaan teknologi “warisan” masih terus digunakan.

Konsep kampung Teknologi dirancang untuk memamerkan dan memberikan informasi seluas-luasnya dan selengkap–lengkapnya kepada masyarakat mengenai perangkat teknologi terkini, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Kampung ini merupakan media perantara antara penemu dan pembuat teknologi dengan masyarakat pengguna teknologi.

Untuk lebih memperkuat dukungan teknologi di dalam pengembangan selanjutnya maka pada tanggal 20 Desember 2010 yang lalu dilakukan penandatangan Nota Kesepahaman antara Kementerian Negara Riset dan Teknologi dengan Pemerintah Kabupaten Jepara tentang pengembangan Sistem Inovasi Daerah Pertanian Terpadu berbasis Kacang Tanah.

Penandatangan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat merintis jalan menuju peningkatan kerja sama antara unsur pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat luas dalam mendorong tumbuh dan berkembangnya inovasi, khususnya di kabupaten Jepara dan kabupaten lainnya di Jawa Tengah. Dengan demikian terciptalah Sistem Inovasi Daerah, dimana seluruh stakeholder di daerah secara bersama-sama mendorong adanya sinergi antara aktivitas sektor produksi dan aktivitas pemerintahan.

Meskipun pembangunannya belum selesai dikerjakan, namun  Kampung Teknologi ini kedepannya dapat menjadi kawasan contoh untuk pengembangan sektor ekonomi strategis berbasis teknologi yang menyajikan, memperagakan dan menginformasikan teknologi terkini dari berbagai bidang studi yang ditujukan untuk produksi, penelitian, pendidikan dan pelatihan sebagai bentuk alih teknologi kepada masyarakat.

Dengan berbagai perangkat teknologi pertanian dan peternakan ini Kampung Teknologi Jepara tidak hanya sekedar kampung biasa. “Kampung ndeso dengan cita rasa teknologi”.

Sumber: ristek.go.id

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s