Agro Techno Park Sumatera Utara

Penandatanganan prasasti ATPYEL oleh Gubernur Sumatera Utara.

Penandatanganan prasasti ATPYEL oleh Gubernur Sumatera Utara pada tanggal 8 Januari 2009.Agrotechnopark adalah suatu kawasan untuk menerapkan berbagai jenis teknologi di bidang pertanian, petemakan, perikanan, pengolahan hasil (pasca panen) yang telah dikaji oleh berbagai lembaga penelitian Pemerintah I Swasta untuk diterapkan dalam skala ekonomi yang berfungsi sebagai tempat pelatihan dan pusat transfer teknologi ke masyarakat luas.  Strategi umum yang dilakukan dalam pengembangan agrotechnopark yakni: keterpaduan, business approach, sustainability (keberlanjutan), pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan Iptek (Kemenristek, 2002).

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 27 Oktober 2008 bekerjasama dengan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) menandatangani Kesepakatan Pengembangan Kawasan Agrotechnopark YEL.  Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Ketua YEL dr. Sofyan Tan, Kepala Badan Litbang ProvSu Drs. T. Azwar Aziz dan turut pula ditanda-tangani oleh Gubemur Sumatera Utara H.Syamsul Arifin, SE. Pada Tanggal 8 Januari 2009, dilakukan peresmian lokasi Ecofarming Center sebagai kawasan Agrotechnopark YEL.

Peresmian dilakukan oleh Gubemur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin, SE. dan dihadiri oleh Deputi Bidang lptek Kementerian Negara Riset dan Teknologi, Bupati Langkat, Kepala Badan Litbang ProvSu, beberapa Dinas pemerintahan, perwakilan sekolah-­sekolah di Medan, Travel, Media Massa, NGO di Sumatera Utara, Universitas dan lain-lain. Pengembangan Agrotechnopark YEL dilakukan pada Kebun Organik (Ecofarming Center) Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bohorok yang berlokasi di Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Nota kesepakatan Kerjasama Pengembangan Agrotechnopark YEL bertujuan untuk mengembangkan Teknologi Agro yang bersifat Organik (Bio Cyclus Farming) baik dibidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan lain sebagainya di Sumatera Utara.  Penandatanganan pengembangan Agrotechnopark ini merupakan bagian dari perwujudan visi Provinsi Sumatera Utara  dalam rangka mewujudkan masyarakat tidak lapar, masyarakat tidak sakit dan masyarakat tidak bodoh serta masyarakat mempunyai masa depan.

Agrotechnopark (ATP) sebagai suatu solusi teknis pertanian berkelanjutan sesungguhnya merupakan perpaduan yang harmonis penerapan teknologi (technology based) dengan sumberdaya alam (resources based) khususnya disektor pertanian dengan berbasis kebutuhan komunitas untuk peningkatan value produk hasil panen.  Dalam konsep ATP ini, berbagai fasilitas dan infrastruktur dasar agribisnis dikonsolidasi dan dikelola secara terintegrasi di suatu kawasan tertentu.  ATP berfungsi sebagai Center of Excellent yang mampu menjadi diseminator teknologi dan sekaligus sebagai motor penggerak kemajuan pertanian yang berbasis teknologi sesuai potensi, kebutuhan dan keunggulan spesifik di masing-masing daerah.

Jejaring ATP, ( Hc. Kepmenristek)
Jejaring ATP, ( Hc. Kepmenristek)

 

Para stakeholder (pelaku agribisnis) diperlakukan sebagi kontributor yang diberi kemudahan mendapatkan sarana dan prasarana produksi, informasi pasar serta aspek off-farm lainnya seperti jaminan mutu dan keamanan produk, kemudahan pengurusan surat dan dokumen serta kemudahan mendapatkan akses ke institusi riset dan pengembang teknologi. Lebih jauh lagi ATP merupakan inti dari suatu kawasan yang didirikan dengan konsep “Pertanian Modern Ramah Lingkungan yang Berkelanjutan” (sustainable-ecofriendly-modern agriculture) dengan sistem pengelolaan agribisnis yang tidak hanya mengandalkan ‘kemurahan alam’ semata, tetapi lebih menitik-beratkan pada aplikasi teknologi dan ‘Best Management Practices’, baik on-farm maupun off-farm.
Solusi teknis bersama
Hingga saat ini kegiatan ATP YEL menjadi tempat belajar bersama seluruh komponen masyarakat, baik masyarakat yang tinggal disekitar ATP maupun masyarakat yang berasal dari luar kecamatan Bohorok. Masyarakat dapat belajar dan berbagi pengetahuan bersama di ATP. Lebih jauh lagi ATP dapat digunakan sebagai media aktualisasi bersama untuk seluruh elemen masyarakat dalam mencari solusi teknis bersama.

Kunjungan  para siswa Singapore International School.
Kunjungan para siswa Singapore International School.
Gambas organik hasil produksi ATP YEL.
Gambas organik hasil produksi ATP YEL.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Media dan kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan di ATP YEL cukup bervariatif seperti kebun organik, biofiltrasi, aquaponic, periphyton, pembuatan kompos, effective micro-organism, pestisida alami, dll.  Untuk memastikan proses yang dilakukan dan produk yang dihasilkan sesuai dengan sistem dan prinsip-prinsip dalam Pertanian Organik, sejak Bulan Juli 2009, ATP YEL telah memperoleh Sertifikat Organik terhadap produk yang dihasilkannya dengan nomor registrasi KAN-LSPO-005-007 yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman (LeSOS).  Kebijakan mutu disusun berdasarkan SNI 01-6729-­2002 tentang Standar Nasional Pangan Organik. Hingga saat ini menjelang usianya yang kedua tahun, label organik untuk produk yang dihasilkan oleh ATP YEL masih dapat dipertahankan dengan baik.

Kecenderungan trend kebutuhan akan produk pertanian organik yang terus meningkat dan meningkatnya kesedaran tahuan masyarakat tentang produk organik serta pentingnya nilai sehat maka kebutuhan untuk mengkonsumsi produk organik menjadi salah satu keharusan. Menjawab kebutuhan tersebut ATP YEL telah mampu menghasilkan produk pertanian organik. Hal ini menjadi peluang besar bagi masyarakat setempat untuk mempelajari lebih jauh tentang produk organik serta bagaimana memperoleh sertifikat organik sehingga pada suatu hari nanti masyarakat  mampu dan siap untuk menghasilkan produk organik sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pemerintah sebagai salah satu stake holder kunci yang berperan dalam tataran pengambilan kebijakan telah menyadari kealpaanya untuk menseriusi konsep ATP sebagai salah satu solusi teknis pertanian berkelanjutan.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 14 dan 15 Juni 2011 pemerintah melalui Balai Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera utara bersama seluruh komponen terkait dipemerintahan seperti BPBT, Dinas Pertanian Provinsi dan  kabupaten, Universitas, LSM  untuk merumuskan kembali akan pentingnya pembangunan ATP. Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Desiminasi Program Agrotechnopark di Sumatera Utara.

Presentasi  Agrotechnopark YEL
Presentasi Agrotechnopark YEL

Tentunya akan menjadi harapan kita bersama setelah proses  diseminasi  ini pemerintah akan lebih serius kembali untuk memahami agrotechnopark sebagai way out solusi teknis pertanian berkelanjutan dengan kembali ke ruh ATP sebagai center of excellence dalam bentuk konkrit, semoga.

 

Sumber : http://www.yelweb.org/news/agrotechnopark-solusi-teknis-pertanian-berkelanjutan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s