Belajarlah Untuk Tersenyum (Tertawa)

Kebiasaaan orang sukses dan hidupnya bahagia adalah tidak mengabaikan perkara-perkara kecil tetapi pengaruhnya besar. salah satu contohnya adalah tersenyum.

Tersenyum? Apa hubungannya hidup sukses, bahagia dan berkah dengan tersenyum? Mengapa harus belajar? Sejak kecil kita sudah bisa tersenyum. Apa susahnya tersenyum.

Begitulah pandangan orang pada umumnya. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu disebabkan kita terbiasa menganggap sesuatu itu sepele dan kurang bermanfaat. Padahal sesungguhnya di balik senyuman yang tulus itu menyimpan energi yang dahsyat.

Menurut ahli ilmu jiwa, banyak pasien yang masuk rumah sakit jiwa karena mereka sulit untuk tersenyum (tertawa). Tertawa merupakan ‘obat’ yang ampuh untuk menghilangkan kegelisahan dan kesuntukan hati. Ia memiliki kekuatan yang menakjubkan, membuat jiwa senang dan pikiran nyaman.

Dibalik senyuman terdapat kedahsyatan. Orang akan merasa sejuk hatinya jika kita tersenyum kepadanya. Tentu saja senyuman yang positif dan tak bermaksud merendahkannya. Senyuman yang dimaksudkan disini adalah senyum karena canda tawa.

Setiap saat kita mendapatkan permasalahan hidup yang menjadi beban di dalam jiwa. Karenanya, jiwa menjadi berat dan hati menjadi kusut. Cara melepaskannya ialah dengan tertawa atau tersenyum. Dengan tertawa beban akan terkurangi dan kita menjadi bahagia.

Senyuman itu Mahal Harganya

Senyuman itu mahal. Tertawa itu bagaikan intan dan berlian. Bahkan lebih dari itu. Sampai-sampai orang bijak berkata, “Jika aku diminta untuk memilih harta atau senyuman, maka yang kupilih bisa tersenyum.”

Alasan mereka lebih memilih tersenyum daripada harta karena senyum dan tertawa itu mengandung kebahagiaan. Apalah harta melimpah jika dada terasa sempit. Kekuasaan dan kedudukan tinggi jika perasaan tertekan mengusik ketenangan. Bahkan dunia dan seisinya tidak ada artinya sama sekali jika kita bersedih dan muka senantiasa cemberut, bagaikan orang yang baru saja kembali dari melihat jenazah kekasihnya yang tertimpa musibah. Apalah artinya isteri cantik jika senantiasa tampak cemberut.

Sulitkah kita untuk bisa tersenyum? Maka belajarlah dengan cara menyaksikan alam dan berpikir tentangnya. Perhatikanlah segala apa yang ada di sekeliling kita. Sesungguhnya bunga-bunga yang sedang mekar bersemi itu pada hakikatnya tersenyum. Betapa matahari pagi yang memancarkan cahaya adalah memberikan senyuman kepada makhluk. Gunung, pepohonan yang teduh, air terjun, sungai, hamparan laut, semuanya tersenyum kepada kita. Burung-burung dan binatang-binatang pun demikian halnya. Karena itu belajarlah dari alam.

Alam senantiasa tersenyum kepada kita. Demikian halnya manusia. Sekiranya di dalam diri manusia tidak ada rasa rakus, dengki, egois, sombong dan sifat buruk lainnya, pasti setiap berjumpa satu sama lainnya akan saling memberikan senyuman.

Nyatalah bahwa yang menghalangi kita untuk bisa tersenyum dikarenakan hati sedang sakit. Penyakit hati yang dimaksudkan misalnya egois, sombong, dengki, dendam, rakus, dan sejenisnya. Selamanya orang akan sulit tersenyum jika penyakit itu masih kuat bersarang di dadanya. Sifat-sifat buruk itu pula yang membuat kita tidak pernah menemukan kebahagiaan hidup dan kebebasan jiwa.

Maka, untuk belajar tersenyum dan tertawa, perlulah kita melatih diri-perlahan-lahan membersihkan hati dari penyakit-penyakit tersebut. Belajarlah untuk suka memaafkan kepada orang lain. Janganlah meraa diri lebih tinggi dari manusia lain. Sadarilah bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan yang sama. Yang membedakan mulia dan tidak karena akhlaknya. Harta dan jabatan bukanlah jaminan bagi kita untuk menjadi mulia.

 

———————

Sumber:

Abu Fajar al-Qalami. 32 Sebab Hidup Berkah dan Selalu Bahagia. MitraPress.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s